Sunday, May 14, 2017

MENANTI SEBUAH JAWABAN


Aku melihat dari balik jendela ruangan kelas XII IPA 2, hari ini mendung dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Aku segera mengeluarkan jaket dari tas ransel hitamku dan mulai beranjak dari bangku tempat dudukku.
“Dim, bentar anak-anak pada ngumpul tuh di cafe biasa. Gak ikutan?” Tanya Leo, teman sekelasku. Bukan, dia bukan hanya sekedar teman bagiku, dapat dibilang dia sudah seperti saudaraku sendiri. Dia sudah mengenalku sejak kami masuk di Sekolah Dasar yang sama. Apapun keadaanku, Leo selalu mendukungku bahkan disaat-saat yang paling terpuruk sekalipun, Leo selalu ada seakan-akan dia telah mengetahui segala isi hatiku meskipun aku tidak mengatakannya. Aku hidup hanya bersama dengan ayah dan adik perempuanku yang saat ini baru saja memasuki Sekolah Menengah Pertama. Ayah dan ibuku bercerai ketika aku masih berusia 10 tahun dan adikku baru saja berusia 5 tahun. Saat ini ibuku telah menikah lagi dan memiliki seorang anak perempuan, entah bagaimana aku dan adikku lebih memilih tinggal bersama dengan ayah. Meskipun begitu, aku tidak pernah merasa kesepian karena Leo selalu menemaniku.

Saturday, May 13, 2017

REMEMBER WHEN


PERTEMUAN
Dengan setengah berlari, Nayla menyusuri koridor sekolahnya sambil sesekali melihat jam tangan berwarna putih yang melingkar manis ditangannya, namun saat Ia melihat jam tiba-tiba saja bruk! Beberapa buku berhamburan dilantai, Nayla menabrak seseorang
“Astaga, maaf maaf gak sengaja” Ucap Nayla panik sambil merungkuk berusaha mengambil buku-buku yang berjatuhan dilantai tanpa melihat siapa yang ditabraknya
“Udahlah gak usah diberesin, kelas udah masuk dari tadi”
Nayla berhenti mengambil buku-buku tadi, Ia kembali berdiri tegak mengangkat wajah mungilnya dan melihat orang yang Ia tabrak dari bawah kaki dengan sneakers hitam dan seragam putih abu-abu, penampilan orang ini begitu rapi ditambah kacamata bening yang menempel diwajahnya berbeda dengan kebanyakan siswa laki-laki yang sering Ia temui. Namun muka itu asing bagi Nayla, Ia hanya sempat melihat keterangan kelas XII diseragam orang itu. Tanpa ekspresi orang itu mengambil buku-buku yang ada ditangan Nayla dan membereskan beberapa buku yang masih tersisa dilantai kemudian beranjak pergi meninggalkan Nayla. Sempat terpaku sejenak namun Nayla segera melanjutkan langkah menuju kelasnya. Sesampainya didepan kelas, Nayla segera masuk namun langkahnya terhenti saat guru yang saat itu mengajar menegurnya

Tuesday, May 9, 2017

"VIOLA"



FIRST TIME

Langit masih terlihat gelap, matahari belum sepenuhnya terbit namun pagi itu Viola telah sibuk dengan perlengkapannya sendiri dan sempat risih dengan kepangan 20 yang menghiasi rambutnya ditemani dengan pita-pita hijau terang yang semakin membuatnya kurang nyaman, belum lagi perlengkapan yang harus Ia bawa. Namun sesampainya disekolah barunya Ia tak begitu risih lagi karena semua siswa baru yang mengikuti MOS juga kurang lebih berpenampilan sama sepertinya.
 

Readvelo Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang